Sunday , June 25 2017
Home / Kabar Berita / Peristiwa / Penobatan Prabu Suryodilogo Sebagai Paku Alam X

Penobatan Prabu Suryodilogo Sebagai Paku Alam X

paku_alam_X

YOGYA – Dinobatkannya KBPH Prabu Suryodilogo sebagai KGPAA Paku Alam X mendapat sambutan baik dari berbagai kalangan.

Berbagai harapan pun muncul dengan sosok pengganti Paku Alam IX ini.

Budayawan Buya Syafii Maarif salah satunya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini berharap pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kabiro Adminsitrasi Kesra dan Setda Pemda DIY ini bisa menjadi penjaga budaya Yogyakarta.

“Dia berpengalaman dan dia juga seorang birokrat, jadi ada harapan semakin baik, saya harap begitu,” ujar Buya seusai menghadiri Jumenengan, Kamis (7/1/2016).

Selain itu, Paku Alam X juga diharapkan bisa meneruskan sosok ayahnya Paku Alam IX yang menurut Buya sebagai seorang sosok yang merakyat.

“Saya pikir orangnya (Paku Alam X) cukup merakyat, seperti bapaknya, kan saya juga kenal baik dengan bapaknya. Bapaknya dua kali datang ke rumah saya, saya juga datang kesini. Saya rasa perlu sekarang tahta untuk rakyat diwujudkan,” kata Buya.

Terkait dengan prosesi Jumenengan Dalem, menurut Buya prosesi berjalan dengan cukup baik. Terlebih kubu Anglingkusumo melaui KGPH Widjojokusumo juga datang dalam Jumenengan tersebut.

“Semoga terjadi rekonsiliasi, ndak usah gaduh-gaduh terus,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan yang juga hadir dalam Jumenengan Dalem berharap dengan dinobatkannya Paku Alam X, tugas-tugas yang ada bisa dijalankan dengan baik.

Selain itu Anies menyoroti bagaimana prosesi Jumenengan menunjukan tradisi di Yogya masih terjaga dengan baik, sementara di sisi lain Yogya mengalami modernisasi yang sangat pesat.

“Yang perlu digaris bawahi di sini, penting, modernisasi beda dengan westernisasi, modern dalam artian ekpresi tetapi menjaga tradisi dalam arti nilai-nilai, itu yang menarik,” ujarnya.

Guru Besar Sejarah Universitas Gadjah Mada, Prof Djoko Suryo, menyambut baik dengan prosesi Jumenengan Dalem yang berjalan dengan lancar. Kemeriahan Jumenengan Dalem menjadi tanda bagaimana masyarakat menyambut penobatan Sri Paduka Paku Alam X.

“Tergambar dari banyak orang yang datang dari daerah, berarti mendapat sambutan dengan baik,” ujar Djoko.

Kedepannya setelah dinobatkan menjadi pengganti Paku Alam IX, Paku Alam X diharapkan bisa menjadi penjaga budaya.
Terlebih posisinya sangat strategis, diharapkan bisa menjadi penanggung jawab yang lebih baik dengan memfokuskan di pengembangan budaya dan pembinaan budaya. (*)

Sumber jogja.tribunnews.com

About Ferry

Aku bukanlah orang yang hebat, tapi aku mau belajar dari orang-orang yang hebat. Aku adalah orang biasa tapi aku ingin menjadi orang yang luar biasa. Dan aku bukanlah orang yang istimewa, tapi aku ingin membuat seseorang menjadi istimewa

Check Also

Gempa bumi yogyakarta

Rabu Malam 11 November 2015, Gempa 5,6 SR Getarka Yogyakarta

Yogyakarta – Gempa bumi berkekuatan 5,6 skala richter menggetarkan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pada hari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *