Sunday , June 25 2017
Home / Pariwisata / Menikmati Keunikan Candi Ijo

Menikmati Keunikan Candi Ijo

Candi Ijo

Menikmati Keunikan Candi Ijo,

Candi ijo adalah salah satu candi hindu  yang berada di yogyakarta yang beralamat di Dukuh Groyokan, Sambirejo,Prambanan,Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang jauh dari keramaian di kawasan barat Yogyakarta, di selatan Candi Ratu Baka. Candi Ijo sendiri merupakan candi tertinggi di Jogja dibandingkan dengan candi lainnya di wilayah Yogyakarta dikarenakan berada di atas bukit, karena bukit ijo ini mempunyai ketinggian sekitar 357,402 m – 395,481 m dpl.  Menurut perkiraan, Candi Ijo ini dibangaun sekitar abad ke-9 Masehi. Bila wisatawan sudah sampai pada area candi, ke arah selatan akan nampak sebuah lembah yang curam yang sangat indah. Apabila wisatawan memandang ke arah Barat, akan tampak Bandara Adisucipto yang terletak di tepi barat perbukitan ini.

 

Bangunan Candi Ijo ini terdiri dari 17 struktur bangunan dan terbagi lagi menjadi 11 teras berundak. Teras pertama merupakan halaman yang akan menuju ke pintu masuk merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur. Pada teras paling atas terdapat delapan lingga patok, bangunan candi utama dan tiga candi perwara. Dari ke-11 teras ini, yang paling sakral terletak pada teras tertinggi yaitu teras ke-11.

 

Dataran tempat kompleks candi ijo luasnya sekitar 0,8 hektar, akan tetapi para peneliti memperkirakan bahwas sebenarnya kompleks Candi Ijo ini jauh lebih luas dari lahan yang sudah dibebaskan pemerintah tersebut. Adapun alasan  itu didasarkan pada kenyataan bahwa ketika lereng bukit Candi Ijo di sebelah timur dan sebelah utara ditambang oleh penduduk, masih banyak ditemukan artefak yang mempunyai kaitan dengan candi.

Candi berlatar belakang agama Hindu ini diperkirakan dibangun antara abad ke-10 sampai dengan ke-11. Kompleks Candi Ijo terdiri dari beberapa kelompok candi induk, candi pengapit dan candi perwara. Candi induk yang sudah selesai dipugar menghadap ke barat. Di hadapannya berjajar tiga candi yang lebih yang lebih kecil ukurannya yang diduga dibangun untuk memuja Brahma, Wisnu dan Syiwa.

Di bagian barat kompleks, menghampar ke arah kaki bukit terdapat reruntuhan sejumlah candi yang masih dalam proses penggalian dan pemugaran. Konon untuk membangun candi ini tidak hanya digunakan batu-batu dari Gunung Merapi yang terdapat di lokasi candi, namun juga batu sejenis yang didatangkan dari berbagai tempat

Keunikan lain yang dimiliki  ini adalah bekas salah satu pondasi candi yang dipahat langsung dari bukit kapur yang tertanam pada tanah. Berbeda dengan pondasi candi pada umumnya yang tersusun dari batu-batu andesit. peninggalan lainnya yang menarik adalah ditemukannya dua batu prasasti yang ditemukan di teras ke-8. Prasasti pertama berukuran setinggi 1 meter yang bertuliskan Guywan yang berarti pertapaan. Sedangkan prasasti yang kedua berukuran lebih kecil setinggi 14 cm dan tebal 9 cm yang diperkirakan sebuah mantra kutukan yang bertuliskan 16 buah kalimat yang berbunyi om sarwwawinasa, sarwwawinasa kedua kalimat itu di ulang ulang

20150821_174336

20150821_174819

20150821_174251

20150821_174211

20150821_172651

20150821_172459

20150821_172538

20150821_171837

20150821_171644

20150821_171054

20150821_165339

 

About Ferry

Aku bukanlah orang yang hebat, tapi aku mau belajar dari orang-orang yang hebat. Aku adalah orang biasa tapi aku ingin menjadi orang yang luar biasa. Dan aku bukanlah orang yang istimewa, tapi aku ingin membuat seseorang menjadi istimewa

Check Also

Dibutuhkan keteletian yang tinggi saat pewarnaan batik, tampak seorang sedang melakukan pewarnaan batik

Hari Batik Nasional Melestarikan Warisan Budaya

Jogjaku.web.id – Batik makin eksis. Beragam corak tradisional berpadu dengan warna-warna indah bakal bikin meriah Hari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *