Sunday , June 25 2017
Home / Pariwisata / Wisata Bahari / Taman Sari Water Castel

Taman Sari Water Castel

Taman Sari Water Castel adalah komplek tersistem yang lebih banyak menonjolkan artistik pada bagian kolam dan air. Hal yang sama ketika petualang berjalan di sekitar Sumur Gemuling (Gumuling) dimana nilai artistik pada bagunan tersebut lebih banyak menunjukan sisi kesejukan air.

Bayak orang menyebut bahwa taman sari adalah Istana Air (water castle) itu dikarenakan  keunikan pada lekukan bangunan dan air yang terisi dikolam kolam. Dalam sejarahnya yang disampaikan oleh beberapa orang yang menjadi guide Istana Air Tamansari menyebutkan bahwa Taman ini dipergunakan oleh Raja Mataram (Jogja) untuk melakukan mandi pada bulan-bulan tertentu.

Sejarah Pembangunan Tamansari

tangga taman sariIstana Air Tamansari ini dibangun ketika pada tahun 1758-1769 oleh Raja Mataram (Jogja) yang bernama Sultan Hamengku buwono I. Walaupun kondisinya berbeda dengan ketika Istana Air Tamansari ini dibuat, namun kondisinya masih tetap terjaga dan masih nampak sebagian besar yang bisa menjadi simbol keunikan dan artistik dari bangunan tersebut. Bangunan-bangunan yang masih tersisa misalnya Sumur Gemuling (Gumuling), Gedhong Gapura Hageng ( Hageng = besar) didekat pintu masuk, Umbul Pasiraman (yang sekarang ada kolam-kolam ketika pertama masuk), Gedhong Gapura Panggung ( Kolam yang terdapat bangunan kembar di sisi kanan dan kiri berekatan dengan kolam), dan beberapa bangunan yang hendak menuju ke Sumur Gemuling yang sekarang menjadi tempat bagi masyarakat jogjakarta. Dulu, antara Istana Air Tamansari dan Sumur Gemuling merupakan taman-taman yang indah dan sejuk, namun sekarang hanya tersisa taman kecil yang berada di paling belakang Istana Air Tamansari.

 

Sejarah Taman Sari Yogyakarta (Taman Sari Jogja) Dari Pesanggrahan Garjitawati

Tersebutlah Pesanggrahan Garjitawati, sebuah pesanggrahan kuno yang dibangun oleh susunan Pakubuwono II. Pesanggrahan Garjitawati ini merupakan sebuah lokasi yang sering dipergunakan untuk peristirahatan atau persemayaman sementara bagi jenazah raja-raja Surakarta dan Kartasura beserta rombongannya yang biasanya akan dimakamkan di makam raja-raja Imogiri di selatan. Tamansari biasanya digunakan sebagai tempat istirahat sementara dalam perjalanan menuju Imogiri.

Dalam perkembangan taman sari setelah Perjanjian Giyanti, wilayah ini telah menjadi kekuasaan Kesultanan Yogyakarta. Kemudian Sri Sultan Hamengku Buwono I memiliki ide untuk membangun Keraton Yogyakarta di tempat ini. Seiring dibangunnya Keraton Yogyakarta, Sri sultan juga membangun sebuah taman atau kebun rekreasi yang terletak di dalam area benteng Keraton lokasinya berda disebelah barat,kemudian diberi nama Istana Air Taman Sari Yogyakarta.

Pemandian Para Raja di Tamansari

kolam tamansari

Walaupun tak seindah dan sesejuk ketika jaman dulu Istana ini dibuat, namun keunikan dan artistik dari bentuk bangunan Tamansari bisa menyenangkan untuk dinikmati. Cuaca yang panas tidak menjadi persoalan, apalagi ketika melihat kolam-kolam air yang menyegarkan dan menyejukan seolah memanggil untuk segera berendam. Namun karena memang Istana Air Tamansari ini merupakan bangunan cagar budaya, tidak lagi diperbolehkan untuk para Petualang nyegur dan berendam. Istana Air Tamansari sangat pas untuk dijadikan alternatif tambahan ketika ingin menyusuri Jogja untuk melihat keindahan dan keunikan Jawa dijamannya hingga sekarang.

Kalau berpetualang hari ahad, tipsnya adalah datang pagi ke Istana Air Tamasari lalu berjalan beberapa meter ke arah belakang menuju Sumur Gumuling. Nah, sebelum jam menunjukan pukul 10.00 am silakan untuk segera berkunjung ke Keraton Jogjakarta untuk melihat tari dan iringan musik gamelan yang mengugah rasa, kalau boleh dinilai maka tari dan musik di keraton Jogja bisa dinilai sepuluh plus (10+). Selain gerakan tarian yang sangat bagus, juga tabuhan musik gamelan yang membuat pendengarnya untuk tetap terdiam menikmati.

Masjid Bawah Tanah

kompleks  masjid taman sariMasjid Bawah tanah taman sari ini letaknya berada di bawah tanah masih ada dikompleks tamansarai, persisnya di bawah taman air (The Water Castle). Bentuk melingakar dan memiliki ronga – ronga jendela di tiap sisinya menjadi masjid ini unik berbeda dengan masjid – masjid pada umumnya. Masjid ini terbagi dari dua lantai dimana lantai bawah dipakai oleh jemaah wanita dan lantai atas untuk jemaah pria.
Pada setiap lantai dapat kita temui ruangan tersendiri untuk imam. Kedua lantai dihubungkan dengan lima buah tangga yang melintang ditengah-tengah ruangan masjid  tersebut, disertai kolam untuk tempat berwudhu tepat di bawah tangga.

 

 

Next Prev
Tamansari Water Castel
Tamansari Water Castel
kolam tamansari
Tamansari Cocok bagi anda yang suka foto-foto
tangga taman sari
Bangunan yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan
kompleks  masjid taman sari
Masjid bawah tanah tamansari masjid yang unik menyimpan seribu keidahan
Next Prev

 

About Ferry

Aku bukanlah orang yang hebat, tapi aku mau belajar dari orang-orang yang hebat. Aku adalah orang biasa tapi aku ingin menjadi orang yang luar biasa. Dan aku bukanlah orang yang istimewa, tapi aku ingin membuat seseorang menjadi istimewa

Check Also

yogyakarta malioboro

Penghijauan kawasan Malioboro Jogja

JOGJA– Pemerintah akan melakukan penghijauan dengan cara menanam pohon – pohon asam dan gayam di sepanjang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *